SD Manisa Luca, buku tahunan 1995, kelas 5B.
18 Juli. Hari pertama foto-foto. Tentu saja ada aku, Norma, Sita, Joanna, Elisabeth dan….Diandra, si “anak ajaib”. Sayang fotonya hitam putih. Kalo berwarna, pasti bisa kelihatan Heart milik Diandra. Aku lupa hari itu warnanya apa ya?
17 Agustus. Ah, foto-foto lagi. Sekolah ngadain lomba. Aku ikut balap karung lawan Diandra. Wah, ternyata dia gesit juga. Wajahnya kelihatan happy banget. Di foto ini jelas. Heart-nya berwarna kuning keemasan. Oh, ini ada dua orang tuanya di belakang, bersorak-sorai. Heran, kok mereka pake jas putih. Apakah mereka dokter?
31 Oktober. Halloween time! Hahaha, foto-foto gila teman-temanku. Elisabeth memakai baju balet, lengkap dengan tutu dan hulahupnya.
Norma memakai baju suster. Joanna memakai baju “Harry Porter”. Aku lupa pake baju apa dan sialnya tak ada fotoku di sini. Sebal! Diandra tampak cantik dan manis sekali pake baju Princess. Tapi kenapa wajahnya seram begitu? Heart-nya juga berwarna merah. Apakah dia sedang marah?
10 November. Hari pahlawan. Sekolah ngadain karyawisata ke lubang buaya. Asyiiik, gak ada sekolah! Seperti biasa, foto-foto narsis di depan patung pahlawan. Dimana Diandra? Oh iya, dia gak ikut. Denger-denger sakit.
25 Desember. Natal. Ini foto perayaan besar-besaran di sekolah. Ada pohon hias tinggi banget, Sinterklas dan kurcacinya, karung hadiahnya. Huh! Aku cuman dapet kotak pensil. Jelek banget pula, ada gambar pesawat luar angkasa. Diandra dapet boneka barbie, lucuuuu banget. Tapi dia kelihatan sedih. Heart-nya juga warnanya biru.
16 Januari. Foto-foto tamasya ke puncak. Itu aku berpose di kebun teh. Seru banget. Kita semua seneng bukan main. Kecuali Diandra. Itu fotonya bareng Norma ama Joana, masih murung terus. Heart-nya masih biru. Sedih kenapa? Diandra selalu bungkam. Baru kudengar kabar bahwa orang tuanya cerai sejak bulan Desember. Huks, kasihan.
14 Februari. Warna Pink merajalela di sekolah. Guntingan karton berbentuk heart dimana-mana. Hahaha, ada fotoku pake baju serba pink. Nah, itu Diandra, foto bareng sama aku. Wah, udah hijau Heart-nya. Wajahnya juga kelihatan tenang, damai.
26 April. Yuhuuu, tamasya ke laut naik perahu. Tapi dasar bandel, aku tercebur. Semua orang panik, termasuk Diandra. Bisa kulihat Heart-nya menjadi berwarna-warni, campur aduk. Wah, indahnya, tak kukira heart Diandra bisa seperti itu. Lalu segalanya gelap….
Diandra menyalakan lampu, merasa mendengar sesuatu di kamarnya.
Matanya terpaku pada sebuah buku tua yang tergeletak di lantai. Ia meraihnya, memandangnya tajam. Itu buku tahunan sewaktu dia
masih SD. Kenapa bisa di sini? Dengan ragu-ragu, ia mulai membukanya, halaman demi halaman. Air matanya berlinang saat memandang foto-foto masa kecilnya dulu. Oh, betapa dia merindukan masa-masa itu, sahabat-sahabatnya. Terutama dia….
Tanpa disadarinya, kalungnya yang selalu berwarna biru 15 tahun terakhir, kini perlahan-lahan berubah menjadi hijau.
Huhuhuhu… dia manis banget, siiiih, sayang sama si Diandra. Huffh.. pakai acara kecebur dan meninggal segala sih. Makin berkurang aja orang penyayang di dunia ini.
Anyway, biarpun ada bagian-bagian yang agak bikin bingung, tapi aku suka gaya bahasanya si anak itu. Manis, spontan, mengalir, ceria. Kebayang dia tipe yang kayak apa.
Suka adegan-adegannya…