Bapak penjual kembang gula itu terus menunggu.
Bapak itu menunggu.
Penjual itu menunggu.
Bapak itu.
Penjual itu.
Itu kembang gula bapak.
Itu kembang gula penjual.
Terus.
Terus.
Menunggu.
Menunggu.
Kembang gula terus.
Bapak penjual terus.
Menunggu.
Menunggu.
Bapak penjual itu.
Bapak itu.
Penjual itu.
Kembang gula itu.
Bapak kembang gula.
Kembang gula bapak.
Terus menunggu.
Terus menunggu.
Bapak penjual itu.
Kembang gula itu.
Kembang gula.
Gula Kembang.
Terus menunggu.
Terus menunggu.
Kembang gula itu menunggu terus.
Kembang gula bapak penjual itu terus menunggu.
Advertisement
Huks si bapak dan si kembang gula itu gak pernah ketemu, ya, selalu menunggu, sama-sama menunggu..
Unik dan menarik!
Tapi sebenernya, bener gak interpretasiku, kalau si bapak menjual menunggu satu bentuk kembang gula untuk dibuat dan si kembang gula juga menunggu untuk dibuat. Kayak karya seni gitu, lho. Semua ada waktunya.
Yak, bisa juga interpretasi seperti itu. Terutama ada kata2 yang dibolak-balik, seakan-akan ada sebuah proses pembuatan. Wah, analisa yang hebat!
Selain itu ada interpretasi apa? Kamu dulu waktu buatnya mikirin apa?
Awalnya sih cuman jumbling2 words aja, tapi tantangannya harus pake kata2 yang ada. Terus lama-lama, kebentuk ceritanya. Sebenernya agak mirip mirip analisamu, bukan dibuat, tapi menunggu untuk dijual. hehehe.
Oooh! Menunggu dijual! Hooo.. Itu lebih masuk akal.