Tanah meretak, terbelah, memisahkan Alia dengan kekasihnya, Doddy. Alia berteriak ketakutan melihat tubuh Doddy menjauh oleh retakan itu. Doddy nekad melompat ke sisi retakan Alia, tapi malang, lompatannya kurang jauh. Tubuhnya terhempas menuju kehampaan.
Alia berteriak-teriak, memanggil nama kekasihnya. Namun suaranya terendam oleh bunyi dentuman dimana-mana, badai menghebat, dan kobaran api yang menyapu seluruh tempat itu. Baru sesaat Alia mendongakkan kepalanya untuk melihat apa yang sedang terjadi di sekitarnya, tubuhnya dalam sekejap melebur menjadi tengkorak dan abu.
Alia terjaga dengan kasar. Keringatnya telah deras membasahi tubuhnya, piyamanya dan bantalnya. Ia tersengal-sengal sejenak, termenung berusaha mengingat-ingat mimpinya. Namun gagal. Ia hanya merasa sesuatu yang buruk terjadi.
Teramat sangat buruk.
Alia bangkit dari ranjangnya dan, seperti biasa setiap pagi, meregangkan otot-ototnya. Baginya, peregangan setiap pagi, olah raga teratur, hanya mengkonsumsi makanan sehat merupakan kewajiban yang tak bisa ditawar-tawar. Ibunya yang berusia hampir 50 tahun masih tampak seperti 40 tahun gara-gara prinsipnya itu. Dan Alia bertekad untuk mengikuti jejaknya sedini mungkin.
Telepon berbunyi. Dari Doddy, kekasihnya.
“Hai, sayang,” jawab Alia.
“Hai, nanti siang free? Aku mau ngomong.”
“Bisa diatur. Dimana?”
“Taman kampus deket patung kuda, ya.”
Deg! Kilasan ingatan mimpinya hinggap mendadak. Doddy menelepon, mengajaknya untuk ketemuan di taman kampus.
“Halo? Alia?”
“Iya, emm, boleh. Boleh.”
“Oke, sampai nanti.”
Klik.
Pukul 10. Kuliah MKDU Logika. Alia tak bisa berkonsentrasi pada ajaran Dosen, meskipun ia menyukai kuliah ini. Pikirannya selalu melipir pada ingatan mimpinya. Tak bisa ditahan. Jantungnya menjadi berdebar-debar seperti ketakutan dan ia masih tak mampu mengingatnya.
“Hahahahaha….” Tawa dua mahasiswa begundal mengalihkan perhatiannya. Sang Dosen menyadari ada yang tak memperhatikan pelajaran dan melemparkan penghapus papan ke mereka.
“Keluar!”
Deg. Dua mahasiswa tak bersenda gurau sendiri, akibatnya Dosen mengusir mereka. Mimpi itu lagi. Persis sama! Mungkinkah apa yang terjadi di mimpi itu akan terjadi juga hari ini?
Pukul 12. Makan siang di kantin. Nasi capcay sudah habis, tinggal mie goreng.
Walau Alia benci makanan itu, namun ia sudah kelaparan sekali.
“Hai, Alia!” Rissa menghampirinya dan mereka makan siang bersama-sama. “….jadi cewek itu dateng ke rumah gue, ngelabrak gue,” jelas Rissa membicarakan masalahnya dengan mantannya. “Nuduh gua masih mau ngerebut si Johan. Puah! Gua bilang aja….”
“Gua dah punya cowok baru!” Alia tiba-tiba melanjutkan. “Tiga cowok! Jadi ngapain gua repot-repot ama dia!”
Rissa memandang Alia dengan heran. “Elo bisa baca pikiran sekarang?”
Mendadak, kilasan mimpi Alia tak berhenti sampai di situ, namun terus berlanjut sampai akhir. Berarti memang benar! Dunia akan kiamat hari ini! Segera ia bangkit dan berlalu, mengacuhkan Rissa yang memanggil-manggilnya keheranan.
Selagi ia berlari menuju taman kampus dekat patung kuda, Alia tak henti-hentinya bertanya pada diri sendiri, bagaimana mungkin dunia kiamat sekarang? Apa artinya ia berkuliah sekarang? 2 tahun berpacaran dengan Doddy, cinta matinya? Berolah raga teratur dan makan makanan sehat? Tak ada! Semuanya akan tertelan oleh bumi terbelah dan kobaran api! Semua ini kan hilang sia-sia, menjadi abu!
Begitu dilihatnya Doddy yang sedang berdiri menunggu, Alia segera menghampirinya.
“Doddy! Kita harus pergi dari sini!”
“Kenapa?”
“Nanti kujelaskan. Ayo!”
“Kita harus bicara dulu…”
“Gak ada waktu! Nanti saja!”
Alia menyeret-nyeret lengan Doddy. Semakin lama Alia berada di tempat ini, ia merasa tanah meretak dan bumi terbelah semakin dekat.
“Sekarang! Aku mau kita putus!”
Alia terkaget bukan kepalang. Dan sementara Doddy menjelaskan “alasan-alasannya”, Alia berharap Bumi segera meretak dan menelan cowok itu.
Namun, sialnya bagi Alia, bukan kiamat itu yang terjadi.
Hai,
Seperti biasa aku suka cara nulis kamu. Aku suka cuplikan-cuplikan menjelang kiamat. Cuman yang nurut aku kurang terlihat itu rasa sayangnya Alia ke Doddy.
Terus… jadi, kiamat itu… maksudnya kiamat dalam hati Alia, ya? Maksudnya kebetulan sajakah semua kejadian hari itu sama persis dengan mimpinya kecuali yang satu itu?
Hahaha, iya bener, makanya judulnya kan kiamat Alia. Tapi emang rasa sayang alia ke doddy kurang banget, padahal itu signifikan banget, ya. Thanks for critique-nya!
bagus twistnya
tp lg2 gw membeo doank: emang kurang berasa keterikatan alia n cowonya…
tapi gw suka ceritanya scr keseluruhan
Thank U kritiknya!